Indomedis – Dewan Riset Daerah (DRD) Jakarta telah merancang tiga model Isolation Chamber dan perawatan pasien Coronavirus Disease (COVID-19).

 

Isolation Chamber ini sesuai dengan standar kesehatan sanitasi medis dan aturan ilmu kesehatan masyarakat.

 

Rancangan Isolation Chamber ini dinamakan CommIsolation Chambery-based COVID-19 Isolation Room (BICM) sebagai salah satu upaya DRD untuk mengatasi pandemi COVID-19 secara global, khususnya di Jakarta.

 

Kepala DRD DKI Jakarta, menyebutkan, alasan dibutuhkannya BICM karena tingginya jumlah pasien positif COVID-19, serta orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam observasi (PDP).

 

 

Menurut dia, tantangan terbesar ada pada kasus ODP dan PDP yang menempati permukiman padat namun perlu bekerja karena kondisi ekonomi mereka dan tinggal di rumah yang sempit.

 

Mengingat kapasitas rumah sakit yang terbatas dan kerentanan penularan di permukiman padat, kami mencoba merancang BICM dengan kajian ilmiah yang sudah dilakukan sebulan terakhir.

 

Pihaknya merancang booth isolasi ini untuk ditempatkan di sekitar komIsolation Chamberas terpapar. Ini akan digunakan untuk mengisolasi orang-orang yang terpapar virus menular tetapi tidak ada vaksin.

 

Isolation Chamber ini sesuai dengan standar kesehatan saniter medik dan kaidah ilmu kesehatan masyarakat, dengan ekstra hati-hati, ujarnya.

 

Dijelaskannya, telah dirancang sesuai standar higienis ruang perawatan, mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Teknis Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit, Petunjuk Teknis Isolation Chamber dari Direktorat Pelayanan Penunjang Medik. Fasilitas Kesehatan Tahun 2015, Pedoman Penanganan Cepat Medis dan Kesehatan Masyarakat COVID-19 di Indonesia.

 

Ini dirancang untuk orang yang terinfeksi COVID-19. Rencananya dalam waktu dekat ini akan kami serahkan ke Pemprov DKI, tegasnya.

 

 

Ia berharap BICM dapat meringankan beban keluarga dalam merawat orang yang positif COVID-19 tanpa tertular penyakit, serta menekan laju penularan akibat interaksi di masyarakat.

 

Di sisi lain, Kepala Satgas Mitigasi COVID-19 mengatakan, DRD Jakarta membuat BICM dalam 3 model.

 

Model pertama memiliki kapasitas 5-10 tempat tidur. Tata letaknya bisa disesuaikan dengan keterbatasan ruang yang tersedia, dan untuk desainnya, ia mengambil contoh lapangan bulu tangkis.

 

Model pertama bisa diaplikasikan pada bangunan tertutup eksisting atau lapangan terbuka. Itu mencakup pedoman tata letak tempat tidur, sirkulasi udara, pilihan material partisi, jenis tenda, perlengkapan lain yang dibutuhkan, dan rencana anggaran, jelasnya.

 

Untuk model kedua, lanjutnya, berkapasitas 20-30 tempat tidur. Ruangan ini lebih luas dengan ukuran lapangan basket atau lebih, dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai yang dapat melayani banyak pasien.

 

Untuk model ketiga kami desain dengan kapasitas 80-100 tempat tidur. Ukurannya sebesar lapangan sepak bola dengan fasilitas penunjang yang lengkap dan mampu menangani pasien dalam jumlah besar.

 

Menurutnya, desain BICM bisa diterapkan mulai dari tingkat RT / RW hingga tingkat kecamatan dan kota. Sebagai pilihan, Youth Sports Center (GOR) berpotensi untuk dijadikan BICM sementara.

 

Hampir seluruh daerah di Jakarta memiliki GOR. Untuk pelaksanaannya, pemerintah bisa bekerjasama dengan birokrasi, lembaga filantropi, dan warga sekitar atau relawan kemanusiaan.

 

 

Ia menilai partisipasi dan kesadaran masyarakat penting untuk membantu menghadapi dan menyelesaikan pandemi ini.

 

Prinsip utama yang harus dipegang teguh adalah menjadi penderita COVID-19 bukanlah aib dan bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Penderita tidak boleh dikucilkan atau ditinggalkan, tandasnya.

 

PT Indomedis Jaya Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang medis. Kami menyediakan berbagai peralatan medis berteknologi tinggi untuk rumah sakit dan segmen militer.

Alamat: Rukan Sedayu Square Blok E no 23, Cengkareng – Jakarta Barat, Indonesia 11730

Kontak: +62 21 2255 2811