Indomedis – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi mengerem pelonggaran yang selama ini diterapkan pada pembatasan sosial skala besar (PSBB) dan mengumumkan pengenaan ulang secara menyeluruh untuk menahan penyebaran virus corona.

 

Pembatasan telah dilonggarkan sebagai bagian dari pergeseran menuju PSBB transisi. Mengingat situasi darurat di Jakarta, tidak ada pilihan lain selain mengerem darurat. Artinya kita harus menerapkan PSBB seperti saat awal pandemi. Ini rem darurat yang harus kita tarik, katanya dalam keterangan pers di Balaikota Jakarta.

 

 

Keputusannya memberlakukan kembali PSSB di Ibu Kota dilatarbelakangi oleh tiga indikator yang menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta, antara lain angka kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi, dan fasilitas ICU untuk COVID-19, serta angka angka kematian kasus positif.

 

Dalam dua minggu terakhir, angka kematian telah melonjak kembali. Dari segi persentasenya, mungkin masih sangat rendah, tapi dari segi jumlah sudah kembali naik. Ketersediaan tempat tidur berada pada kapasitas maksimal dan mungkin saja diisi penuh akhir bulan, kalau tidak ada pantangan.

 

Penegakan kembali pembatasan sosial skala besar akan efektif mulai 14 September 2020, meskipun Baswedan belum mengonfirmasi kapan akan dicabut.

 

Sebelumnya telah diberitakan bahwa angka positif kasus COVID-19 di Jakarta mencapai 13,2 persen, atau di atas angka aman di bawah 5 persen yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

 

 

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, kasus aktif di Jakarta, termasuk pasien yang sedang berobat atau menjalani isolasi, mencapai 11.245 hingga Selasa. Sementara jumlah kasus terkonfirmasi di Jakarta saat ini mencapai 49.837, dengan 37.245 pemulihan dan 1.347 kematian.

 

Data yang dirilis Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Rabu juga mengungkapkan ketersediaan tempat tidur untuk isolasi COVID-19 harian di 67 rumah sakit rujukan mencapai 77 persen dari total kapasitas 4.456 tempat tidur.

 

Angka-angka tersebut juga menunjukkan bahwa terdapat 1.024 tempat tidur isolasi harian untuk penanganan COVID-19 yang masih kosong.

 

Sementara itu, tingkat hunian di unit perawatan intensif (ICU) telah mencapai 83 persen dari kapasitas 482 tempat tidur, sehingga hanya tersisa 83 tempat tidur ICU di 67 rumah sakit rujukan.

 

 

PT Indomedis Jaya Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang medis. Kami menyediakan berbagai peralatan medis Isolation Chamber Import dari China dan Perancis berteknologi tinggi untuk rumah sakit dan segmen militer.

 

Alamat: Rukan Sedayu Square Blok E no 23, Cengkareng – Jakarta Barat, Indonesia 11730

Kontak: +62 21 2255 2811.